SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI KABUPATEN SEKADAU, KAMI MENYAJIKAN INFORMASI YANG AKURAT SEPUTAR PEMERINTAHAN 

Sekadau Melaksanakan Apel Nusantara Bersatu

Seluruh perwakilan elemen masyarakat, suku, agama dan ormas bersama unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) berkumpul di lapangan sepakbola Ejelantu, Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Rabu (30/11/2016). Berkumpulnya elemen masyarakat ini dalam rangka mengikuti apel nusantara bersatu bhineka tunggal ika.

 

Bertindak selaku inspektur upacara, Bupati Sekadau Rupinus SH.M.Si, pembaca deklarasi kebangsaan dalam rangka menjaga kebhinekaan dan cinta damai oleh Letkol Arm.I Gusti Agung Pitu Sujarnawa S.Sos selaku Dandim 1204 Sanggau, serta pembacaan amanat Gubernur, Kapolda dan Pangdam XII Tanjung Pura Kalbar oleh Kapolres Sekadau AKBP.Yury Nurhidayat S.Ik MH.

Rupinus megharapkan, kesatuan dan persatuan tetap terjaga seperti yang diucapkan dalam ikrar terwujudkan di Kabupaten Sekadau "Kebhinekaan merupakan anugerah tuhan, dan kebhinekaan menjadi pemersatu bukan pemecah belah," ujar bupati.

Dikatakan Bupati, Pemerintah Kabupaten Sekadau selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memantau situasi di masyarakat, dan sampai saat ini masih tetap kondusif. Tak kalah penting, Rupinus mengingatkan kepada masyarakat diminta untuk tidak mengekspos konten berbau SARA di media sosial atau mengajak untuk berbuat hal yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. "Peran tokoh agama, adat dan budaya diharapkan untuk dapat memberikan himbauan maupun informasi yang menyejukan bagi masyarakat. Para tokoh masyarakat, agama dan budaya diminta untuk tidak mengajak masyarakat untuk ikut-ikutan dalam kegiatan yang dapat menimbulkan perpecahan," paparnya.

Sementara itu, Letkol Inf.I Gusti Agung Putu Sujarnawa S.Sos selaku Dandim 1204 Sanggau – Sekadau menegaskan, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar memiliki kekayaan alam, adat budaya yang luar biasa. Meski demikian, saat ini ibu pertiwi Indonesia menangis dikarenakan bangsa Indonesia mulai kehilangan jati diri. "Dimana masyarakat mudah terprovokasi dan terhasut sehingga muncul perpecahan," ungkap Dandim.

Melalui apel nusantara, Agung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan kembali kepada jati diri bangsa Indonesia, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan disegani bangsa-bangsa lainnya.

"TNI dan kepolisian serta Pemerintah Kab.Sekadau terus berkoordinasi memantau situasi di masyarakat," tukas Agung.

Tak jauh berbeda, Kapolres Sekadau AKBP.Yury Nurhidayat S.Ik MH menyatakan sampai saat ini situasi di Kabupaten Sekadau sejauh ini masih kondusif."Kepolisian bersama TNI, pemerintah daerah memantau perkembangan di masyarakat," ujar Yury.

Ditegaskan ia, tugas menjaga keamanan di masyarakat bukan hanya tugas kepolisian, namun juga tugas bersama baik TNI, pemerintah dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

"Melalui apel nusantara bersatu diharapkan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sekadau tetap menjaga kebhinekaan dan keberagaman serta menjaga situasi kondusif yang sudah terjalin saat ini," pungkasnya.

Penandatangan deklarasi kebangsaan dalam rangka menjaga kebhinekaan dan cinta damai oleh Welbertus Wily (Ketua Harian Dewan Adat Dayak), H.Julkifli Hs (Wakil Ketua Majelis Adat Budaya Melayu), Aphin (Ketua Harian Majelis Adat Budaya Tionghua), Misbah Udin (Ketua Paguyuban Jawa), Gasfar (Ketua Persatuan Masyarakat NTT), Ali Suharman (Ketua Paguyuban Minang), serta Marifin Manulang  (Perwalilan Paguyuban Batak).

BA(Nie/Bdi)

You are here: