Dibuat 1 minggu yang lalu
Dilihat 36
Sekadau Hilir, Madah Sekadau - Pemerintah Kabupaten Sekadau berupaya mendorong peran aktif keluarga dalam masyarakat untuk membangun budaya hidup sehat, tangguh dan tanggap bencana. Dari upaya itu Pemda Sekadau melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Sekadau mengikuti Penilaian Lomba Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) di Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Rabu (19/11/2025).
Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sekadau Sabas, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sekadau Ny.Magdalena Susilawati Aron, Camat Sekadau Hilir Gustar Indarto, Kepala Desa Peniti Petrus Manus, Forkopimcam Sekadau Hilir, Tim Penilai TP PKK Provinsi Kalimantan Barat serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Sekadau, Ny.Magdalena Susilawati Aron menyampaikan bahwa kegiatan penilaian lomba ini adalah gerakan yang diprakarsai oleh PKK Provinsi Kalbar dalam rangka meningkatkan kesiapan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan dan bencana.
"Desa ini akan menjadi Desa percontohan dalam upaya kita untuk menggerakkan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana dengan harapan saya jika sudah tidak ada lagi agenda penilaian dari tingkat provinsi, langkah selanjutnya lomba PHBS dan LBS ini akan kita lombakan di 17 Agustus mendatang," ujarnya.
"Supaya masyarakat kita tetap bergerak untuk melaksanakan kegiatan GKSTTB di desa ini juga diharapkan dari kegiatan ini kita dapat membentuk keluarga yang mandiri, sadar akan Kesehatan melalui PHBS seperti yang penting keluarga yang memiliki ketahanan terhadap bencana alam maupun bencana alam dan pengelolaan lingkungan agar tercipta lingkungan sehat dan aman," pungkasnya.
Imelda selaku Ketua Tim Penilai TP PKK Provinsi Kalimantan Barat mengapresiasi kepada TP PKK Kabupaten Sekadau, TP PKK Kecamatan serta para kader penggerak yang telah bersungguh sungguh menyiapkan kegiatan pada hari ini dengan sangat baik.
"Dalam mewujudkan keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana ini PKK sangan berperan sebagai penggerak awal, tetapi dalam pembinaannya juga dibutuhkan peran serta dari masyarakat dari keluarga dari individu yang ada di desa ini sangat di butuhkan," ucap dia.
"jadi ini merupakan suatu pilot project di mana nanti desa-desa lainnya bisa belajar pada Desa Peniti ini bagaimana caranya memulai gerakan keluarga yang sehat dan tanggap serta mencegah terjadinya bencana," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sekadau Sabas mengungkapkan bahwa dalam penyelenggaraan pembangunan nasional pada hakikatnya pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia dapat terwujud jika kesejahteraan keluarga dan masyarakat dapat dicapai dengan baik.
Menurutnya, pembangunan kesehatan daerah yang merepresentasikan pembangunan kesehatan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap individu.
"Hal tersebut dapat diwujudkan dengan lingkungan dan perilaku hidup sehat serta memiliki kemampuan perencanaan sehat yang baik agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal," ungkapnya.
Adapun tujuan penilaian Lomba Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana adalah untuk mengukur dan mendorong pencapaian keluarga yang sehat, mampu menghadapi bencana (tanggap dan tangguh), serta memiliki lingkungan yang lestari. Penilaian ini juga bertujuan untuk menilai seberapa baik program-program pendukung seperti peningkatan gizi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan penanganan kesehatan keluarga berjalan di tingkat keluarga dan desa/kelurahan. (Madah Sekadau/Nopi/Yd/Ht)