Dibuat 1 bulan yang lalu
Dilihat 73
Sekadau Hilir, Madah Sekadau – Pekan Gawai Dayak (PGD) XIV Tahun 2025 Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat resmi dibuka oleh Bupati Sekadau Aron, bertempat di Rumah Betang Youth Center, Selasa (22/7/2025). PGD ke XIV Kabupaten Sekadau turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan.
Hadir juga Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ketua Harian DAD Provinsi Kalbar, Bupati Kabupaten Sintang, Bupati Kabupaten Sanggau, Uskup Keuskupan Sanggau-Sekadau, Pimpinan Pasukan Merah Panglima Jilah, Dandim 1204 Sanggau-Sekadau, Wakil Bupati Sekadau, Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, xRaja Kusuma Negara Sekadau, Ketua DAD Kabupaten Sekadau, para Kepala OPD dan Forkopimda dilingkungan Pemda Sekadau, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan lainnya.
Dengan mengenakan pakaian adat khas dayak ribuan warga memadati kawasan Rumah Betang Kabupaten Sekadau sejak pukul 7 pagi. Kegiatan diawali dengan pawai budaya yang dilepas langsung oleh Bupati Sekadau, Aron serta dimeriahkan oleh sejumlah peserta menggunakan pakaian adat dayak defile seluruh Kecamatan di Kabupaten Sekadau.
Acara pembukaan kemudian dimulai dengan ritual adat dayak suku taman kemudian dilanjutkan dengan pemancungan buluh muda oleh Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan didampingi Bupati Sekadau Aron sebelum memasuki area PGD yang dilanjutkan dengan meminum secangkir tuak khas Dayak Sekadau.
Ketua Panitia Pelaksana Radius, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan kepada Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau yang telah menjadikan momen ini sebagai program dewan adat dayak Kabupaten Sekadau termasuk agenda daerah Kabupaten Sekadau yang dilaksanakan setiap tahun.
"Gawai Dayak merupakan wujud ungkapan syukur masyarakat adat dayak sebagian besar adalah petani yang mengolah tanah dan setiap tahun masyarakat adat dayak yang melaksanakannya setiap tahun selepas panen dan itu dilaksanakan mulai tanggal 1 Mei sampai dengan bulan Juli," ucap Radius.
"Gawai dayak tingkat kabupaten ini adalah gawai dayak yang disebut sebagai penutup gawai sebagai ungkapan syukur, ini merupakan bentuk ketaatan ketakwaan masyarakat dayak kepada sang pencipta yang memberikan berkat panen melimpah yang memberikan berkat kehidupan kepada setiap masyarakat adat dayak dan masyarakat Kabupaten Sekadau," lanjutnya.
Selanjutnya, Bupati Sekadau Aron mengatakan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau mengucapkan selamat melaksanakan pekan pegawai dayak Kabupaten Sekadau yang ke-14.
Lebih lanjut, Bupati juga mengajak kepada semua yang hadir, mari bersama menjaga situasi dan kondisi selama pelaksanaan Pekan Gawai Dayak di Kabupaten Sekadau tetap kondusif.
"Bapak Ibu yang saya hormati rasa syukur dan terima kasih kita kepada Jubata kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas anugerah yang diberikan kepada kita setiap tahunnya walaupun mungkin hasil panen tidak banyak tetapi bagi kita orang Dayak Kita harus wajib bersyukur," ucapnya.
"Oleh karena itulah agenda kita hari ini di samping gawai kita juga punya kewajiban untuk melestarikan adat dan budaya yang ada di Kabupaten Sekadau. Karena itu Pemerintah Daerah dan DAD Kabupaten Sekadau sepakat bahwa setiap tahun gawai dayak suku-suku yang mendiami bumi Lawang Kuari ini dapat menjadi wadah untuk kita menampilkan budaya-budaya dari setiap suku, karena masih banyak budaya-budaya yang belum kita kembangkan," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Aron juga minta kepada panitia, kepada seluruh pengunjung Rumah Betang, kepada UMKM yang ada di area rumah betang untuk menjaga kebersihan serta menjaga ketertiban, karena sesungguhnya keindahan wilayah dan keamanan menjadi tanggung jawab bersama.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyampaikan bahwa melalui momentum Gawai Dayak ini mari kita bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang wajar dan pantas bila kita semua yang hadir di sini bersyukur atas karunianya.
Selanjutnya, Wagub juga mengucapkan selamat gawai kepada masyarakat kabupaten Sekadau serta mendoakan agar kabupaten Sekadau beserta seluruh masyarakat menjadi sebuah Kabupaten yang sejahtera maju dan berkelanjutan.
"Gawai dayak bukan hanya sebagai wujud sukacita atas makan dan minum yang diberikan pencipta, tetapi gawai adalah ucapan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa kepada jubata atas hasil kerja, atas hasil karya, atas aktivitas, atas karir dan sebagainya yang diberikan oleh Tuhan kepada kita," ujarnya.
Untuk itu, lanjutnya, gawai ini adalah sebuah momentum dalam rangka kita memperkuat keimanan dan terus melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita dalam perjuangannya mengarungi kehidupan sejak dahulu kala.
Pekan Gawai Dayak ke-XIV Tahun 2025 tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan bersama Bupati Sekadau Aron. yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 7 kali.
Adapun tema yang diangkat dalam pelaksanaan Pekan Gawai Dayak ke-XIV Kabupaten Sekadau Tahun 2025 adalah “Lestarikan Adat dan Budaya, Menuju Dayak Maju dan Bermartabat,”.(MadahSekadau/Amd/Man/Ht)