Kominfo Sekadau Gelar Sosialisasi Literasi Digital di SMA Negeri 1 Sekadau

Kominfo Sekadau Gelar Sosialisasi Literasi Digital di SMA Negeri 1 Sekadau

Kominfo Sekadau Gelar Sosialisasi Literasi Digital di SMA Negeri 1 Sekadau

 

Sekadau Hilir - MadahSekadau, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sekadau melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) menyelenggarakan sosialisasi internet sehat dan aman yang dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Sekadau, Kecamatan Hilir, Kabupaten Sekadau, Selasa (9/7). Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Anwar, selaku Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Publik.

Penggunaan internet telah memberi warna tersendiri di kalangan masyarakat. Internet bahkan sudah menjadi wadah kreativitas dan inovasi bagi siapa saja yang menjadi penggunanya, seperti dalam hal pencarian informasi berupa data, gambar dan video, sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan dan juga sarana hiburan yang meyegarkan. Namun, penggunaan internet haruslah lebih efektif dan efisien karena internet juga memiliki sisi yang negatif.

Kepala SMA Negeri 1 Sekadau, Yohanes Adi Suhadi menyambut baik kepada penyelenggara sosialisasi dan ia berharap dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfat untuk para siswa-siswi, guru-guru maupun juga untuk sekolah ini sendiri, untuk bisa menggunakan internet dengan baik dengan menghindari hal-hal negatif dalam penggunaan media sosial.

“Kami dari SMA Negeri 1 Sekadau mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran dari Kominfo di sekolah kami untuk menyampaikan materi kepada siswa yang pada dasarnya mungkin meraka masih ada yang belum mengerti bagaimana penggunaan IT di sekolah, artinya jangan sampai menyalahgunakan hal seperti ini yang dapat menimbulkan suatu hal yang tidak baik, salah satunya yaitu penyebaran berita Hoax,” jelas Yohanes Adi Suhadi.

Sementara itu Siswi SMA Negeri 1 Sekadau, Maulidya Firda Hanifah mengungkapkan dengan adanya sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan tentang berinternet yang baik serta bagaimana cara untuk menghindari hal negatif dalam menggunakan media sosial.

“Saya sangat senang dengan adanya sisoalisasi ini karena saya menjadi tahu apa saja bahaya-bahaya dari media sosial dan apa itu Phubbing, selain itu saya juga tahu cara menghindari apa yang negatif dalam menggunakan internet menurut saya,” ungkap Maulidya Firda Hanifah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, selama tahun 2017 terdata penyebaran hoaks mencapai 800 ribu konten di media digital. Media sosial menjadi paling banyak ditemukenali sebagai platform penyebaran kabar hoaks. Sepanjang Januari hingga Juli tahun 2017, Kementerian Kominfo telah melakukan pemblokiran sebanyak 6000 situs penyebar ujaran kebencian dan hoaks.

Sosialisasi ini dimaksudkan juga, untuk membekali generasi muda yang tanggap terhadap kemajuan teknologi informasi sehingga mampu meningkatkan daya saing bangsa dengan tetap berada pada  jalur yang positif sesuai norma-norma masyarakat. (MadahSekadau/Achmad/Bujang/Yandi).