Pekan Gawai Dayak ke-X Kabupaten Sekadau Resmi di Tutup

Pekan Gawai Dayak ke-X Kabupaten Sekadau Resmi di Tutup

Pekan Gawai Dayak ke-X Kabupaten Sekadau Resmi di Tutup

 

Sekadau Hilir, Madah Sekadau – Pemukulan Gong oleh Bupati Sekadau, Rupinus menandakan secara resmi ditutupnya pergelaran Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-X Kabupaten Sekadau yang dilaksanakan di Rumah Betang Youth Center Sekadau, Sabtu (3/8). 

Ribuan masyarakat Kabupaten Sekadau memadati Rumah Betang Youth Center Sekadau untuk menyaksikan malam penutupan Pekan Gawai Dayak ke-X Kabupaten Sekadau yang telah dilaksanakan dalam waktu sepekan terakhir.

Rupinus mengatakan bahwa ada 5 hal yang dapat diperoleh dari Gawai Dayak ini, yaitu ucapan rasa syukur atas hasil pertanian, pelestarian budaya, daya tarik wisata, ekonomi kreatif dan meningkatkan tali silahsurahmi masyarakat di Kabupaten Sekadau. Ia juga menyampaikan bahwa Gawai Dayak merupakan milik semua kalangan masyarakat bersama.

“Saya sampaikan bahwa Gawai Dayak ini bukan hanya milik orang dayak saja, tetapi milik kita semua. Karena yang merasakan dan menikmati adalah kita semua”, Ujar Rupinus.

“Mari kita bersama-sama menyamakan persepsi bahwa kegiatan ini adalah kegiatan kita bersama”,Pungkasnya.

“Jadi, sejak sekarang tidak ada lagi gawai nyapat tahun di Kabupaten Sekadau, kecuali gawai syukuran, gawai nikah dan gawai lainnya. Tetapi untuk gawai nyapat tahun atau gawai padi tidak ada lagi, tahun depan baru kita gawai lagi”,Tambahnya.

Dalam waktu sepekan yang lalu, Pekan Gawai Dayak telah menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya, baik bersifat tradisional maupun kreasi. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud dari rasa tanggung jawab komunitas etnis dayak untuk senantiasa memelihara, melestarikan serta mengembangkan nilai-nilai budaya positif yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Ketua PGD ke-X Kabupaten Sekadau, Yohanes Anes mengatakan perlombaan Pekan Gawai Dayak bukan hanya sebagai ajang untuk mencari pemenang saja, namun lebih kepada pelestarian adat dan budaya.

“Perlombaan yang dilaksanakan bukan hanya sebagai ajang mencari siapa yang terbaik, tetapi merupakan semangat untuk kita semua agar terus melestarikan adat dan budaya dayak di Kabupaten Sekadau pada khususnya”, Ungkap Anes.

“Kepada para peserta lomba yang mendapatkan juara, saya ucapkan selamat, teruslah menebarkan semangat untuk terus melestarikan adat dan budaya dayak di Bumi Lawang Kuari ini”,Tambahnya.

Dalam pergelaran Pekan Gawai Dayak ke-X Kabupaten Sekadau tahun ini, kontingen Dewan Adat Dayak Kecamatan Sekadau Hilir sukses memboyong piala juara umum yang diserahkan langsung oleh Bupati Sekadau. (Madah Sekadau/Yandi/Bujang Eran)