Dampak Karhutla Ganggu Kesehatan Masyarakat Sekadau

Dampak Karhutla Ganggu Kesehatan Masyarakat Sekadau

Dampak Karhutla Ganggu Kesehatan Masyarakat Sekadau

 

Sekadau Hilir, Madah Sekadau - Kabut asap kian pekat imbas dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia yang semakin hari semakin pekat, ditambah juga belum turunnya hujan selama beberapa minggu ini,  khususnya di Kabupaten Sekadau yang tidak luput dari dampak kabut asap dikarenakan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Bupati Sekadau, Aloysius yang ditemui sesaat setelah menghadiri rapat di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Sekadau, Rabu (11/9), ia menjelaskan bahwa cuaca pada di Kabupaten Sekadau saat ini kian memburuk dimana hal ini dapat juga berdampak kepada seluruh masyarakat terutama kepada anak-anak.

"Berkaitan dengan cuaca di Kabupaten Sekadau saat ini dengan permasalahan kualitas udara bahwa di daerah kita sendiri sudah memasuki batas indikator yang  berwarna kuning, dan menyikapi surat dari Dinas Pendidikan yang menghimbau kepada sekolah-sekolah untuk dapat mengurangi aktifitas diluar ruangan" jelas Aloysius.

"Kita juga akan terus memantau jika kabut asap pada beberapa hari kedepan tidak kunjung berkurang, maka akan kita ambil tidakan untuk mengimbau kepada sekolah-sekolah di Kabupaten Kekadau untuk meliburkan proses ngajar mengajar dalam beberapa hari," tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sekadau, Wirdan Mahzumi mengatakan kualitas udara di Kab.Sekadau saat ini sudah mencapai indikator polusi 50 s/d 60 persen dan sudah memasuki kategori yang menghawatirkan.

"Dari pemantauan Dinas LH kualitas udara saat ini memang sudah mecapai indikator di 50 sampai 60, akan tetapi dalam indeks kategori saat ini sudah menghawatirkan, tetapi masih dalam ambang batas yang tidak berbahaya secara umum," kata Wirdan

Dampak dari kabut asap adalah suatu hal yang sangat perlu diperharikan, kabut asap yang diakibatkan oleh karhutla tersebut dapat menyebabkan sebagian masyarakat mengalami infeksi saluran pernapasan (ISPA) serta gangguan kesehatan lainnya.

"Informasi yang kami terima dari BMKG pertanggal 9 September bahwa dampak kabut asap yg diakibatkan oleh karhutla ini sudah menurun drastis yang sebelumnya ada 8 hotspot dan akannterus berkurang, sesuai instruksi dari Bupati Sekadau kami dari BPBD Kab.Sekadau melakukan 3 hal yaitu turun langsung madamkan hotspot yang masih aktif, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak meminimalisir hotspot serta membagikan masker kepada masyarakat,” ungkap Matius Jon, Kepala pelaksana BPBD.

Berdasarkan catatan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan bahwa pencemaran udara telah berada pada level tidak sehat, dan ini dapat membahayakan kesehatan. (MadahSekadau/Achamd/Andre/Nana)